GLOBALISASI

GLOBALISASI 

    Globalisasi dan modernisasi membawa perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dan segala peradaban serta kebudayaannya. Perubahan-perubahan tersebut juga turut serta memberikan dampak yang besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Saat ini, di Indonesia dapat dirasakan betapa besarnya pengaruh kemajuan teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan manusia.

    Teknologi informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan terlepas dari kehidupan manusia. Teknologi informasi telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan hingga kini masih terus berkembang. Tanpa adanya teknologi informasi, manusia akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi memegang banyak peranan dan membawa dampak bagi berbagai bidang kehidupan, termasuk pada bidang hiburan. Dewasa ini, teknologi informasi telah berkembang begitu pesat, contohnya seperti game, handphone, musik, video, internet, dan sebagainya. Perkembangan teknologi sebagai bagian dari perkembangan peradaban manusia tercermin dalam berbagai kehidupan manusia, termasuk dalam kegiatan bermain dan juga alat permainannya. Permainan adalah hal yang pastinya sangat disukai oleh anak-anak. Dulu, biasanya anak-anak memainkan permainan tradisional, namun saat ini anak-anak lebih menyukai permainan yang modern, salah satunya adalah playstation. 

    Playstation adalah jenis permainan elektronik yang dilengkapi dengan gambar atau visual berupa video (console game). Playstation atau PS ini pertama kali dikeluarkan di Jepang pada tahun 1994 oleh perusahaan Sony. Sejak saat itu, playstation langsung menjadi permainan favorit anakanak. Teknologi bukanlah sesuatu yang mutlak bermanfaat, namun teknologi tetap memiliki sisi buruk, begitu pula dengan playstation. Sebagai salah satu media bermain anak, playstation memiliki dampak positif dan dampak negatif, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang biasanya merupakan golongan yang paling sering kecanduan bermain playstation. Namun, pengaruh playstation pada anak lebih cenderung ke arah yang negatif. Bermain playstation memang merupakan suatu hal yangmenyenangkan dan dapat menjadi ajang hiburan atau refreshing bagi anak, namun dampak negatif yang dapat timbul dari permainan tersebut juga harus disikapi dengan sebagaimana mestinya. Dalam hal ini, keluarga terutama orang tua memiliki peran yang amat penting dalam mengantisipasi dan mengatasi berbagai dampak negatif yang dapat timbul dari kebiasaan anak bermain playstation. Keluarga termasuk agen kontrol sosial yang seharusnya mampu mengawasi anak-anak mereka dalam setiap aktivitasnya. Keluarga merupakan pranata sosial yang sangat penting artinya bagi kehidupan sosial dalam setiap masyarakat. Betapa tidak, para warga masyarakat menghabiskan paling banyak waktunya dalam keluarga dibandingkan dengan di tempat kerja misalnya, dan keluarga adalah wadah di mana sejak dini para warga masyarakat dikondisikan dan dipersiapkan untuk kelak dapat melakukan peranan-peranannya dalam dunia orang dewasa. Dapat diibaratkan bahwa keluarga adalah jembatan yang menghubungkan individu yang berkembang dengan kehidupan sosial di mana ia sebagai orang dewasa kelak harus melakukan peranannya.

    Pada anak usia sekolah, keluarga menjadi agen sosialisasi utama disamping lembaga pendidikan. Orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan signifficant other bagi anak, dan orang tua lah yang menjadi role model bagi seorang anak dalam membentuk perilakunya. Self anak dibentuk dan berkembang melalui interaksi dengan signifficant othernya (Zamroni, 1992: 37). Para individu yang berkembang, yang dilahirkan dalam keluarga, harus mengalami proses belajar sehingga akan mengambil alih nilai-nilai yang umum berlaku dalam kelompoknya. Dari dalam masyarakat umum, ia diharapkan akan memiliki sifat-sifat yang menurut sekitarnya dimiliki oleh seorang pria atau wanita dewasa (Khairuddin, 1992: 285). Setiap orang tua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan pada anak-anaknya tentang kehidupan. Walaupun pada dasarnya setiap orang memahami tentang apa yang diinginkan masyarakatnya, namun ada perbedaan yang substansial tentang pengertian akan jalan yang benar dalam hidup. Apa yang dianggap benar atau tidak baik oleh seseorang akan bergantung dari kedudukannya di dalam masyarakat (George Ritzer dalam Zamroni, 1992: 36).


    Sebagaimana yang kita ketahui, proses sosialisasi dalam keluarga tidak semuanya mengalami keberhasilan, tentu ada yang mengalami kegagalan dalam proses sosialisasi yang dapat mengakibatkan seorang anak menjadi tidak faham dan dapat melanggar norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran norma yang dilakukan oleh anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada di sekitarnya. Apabila lingkungan sosial tersebut memberikan peluang terhadap perkembangan anak secara positif, maka anak akan dapat mencapai perkembangan sosialnya secara matang. Sebaliknya, apabila lingkungan sosial itu  kurang kondusif, misalnya perlakuan orang tua yang keras, sering memarahi anak, acuh tak acuh, tidak memberikan bimbingan dengan benar, teladan yang baik, dan pengajaran atau pembiasaan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma, baik agama maupun tatakrama; maka perkembangan sosial anak tidak akan berkembang secara matang (Yusuf, 2001: 125). Dampak negatif dari permainan playstation pada anak usia sekolah terkait dengan bagaimana kontrol sosial orang tua di dalamnya. Peneliti melihat bahwa dampak negatif dari permainan tersebut telah dirasakan oleh sebagian warga masyarakat Dusun Nglawisan. Beberapa kali peneliti mendengar para orang tua yang saling bercerita dengan tetangganya, mengeluhkan perilaku negatif anak mereka akibat kecanduan bermain playstation. Ada yang bercerita anaknya menjadi lupa waktu, sepulang dari sekolah langsung menuju ke rental playstation hingga sore hari, malas belajar, malas mengerjakan tugas sekolah, dan sebagainya. Ada pula orang tua yang menceritakan anaknya menjadi sering berbohong dan berperilaku  tidak baik. Ada anak yang sering berbohong ketika hendak pergi bermainplaystation. Mereka berpamitan kepada orang tuanya hendak mengerjakan tugas sekolah, namun ternyata pergi ke rental playstation. Selain itu, ada pula anak yang berbohong meminta uang kepada orang tuanya dengan berbagai alasan seperti membeli buku, membeli peralatan untuk tugas sekolah, padahal uang tersebut hanya digunakan untuk bermain playstation. Parahnya lagi, terkadang anak tersebut marah ketika ketahuan berbohong. Ada pula beberapa anak yang nekat mengambil uang milik keluarganya hanya untuk bermain playstation. Pada dasarnya, kemunculan berbagai dampak negatif dari permainan playstation tersebut tidak dapat terlepas dari peran orang tua dan keluarga. Adanya perbedaan sikap orang tua dalam mengontrol anakanaknya menjadi salah satu faktor yang turut menyumbang munculnya dampak-dampak negatif yang tidak diharapkan. Ada orang tua yang sungguh-sungguh mengontrol anaknya, namun ada juga orang tua yang cenderung masa bodoh dan malas mengontrol anaknya dalam bermain playstation. Kontrol sosial orang tua menjadi salah satu hal yang amat penting terkait dampak permainan playstation pada anak usia sekolah. Tepat atau tidaknya perlakuan orang tua dalam mengontrol aktivitas bermain anak-anak mereka sedikit banyak akan mempengaruhi dampak yang akan muncul pada anak-anak tersebut. Dari sini lah peneliti tertarik untuk menggali lebih dalam bagaimana sebenarnya kontrol sosial orang tua terhadap dampak permainan playstation pada anak usia sekolah di


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faktor Penyebab Rendahnya Kualitas Guru

MENGENAL DAN MEMAHAMI FILSAFAT

PENDIDIKAN INDONESIA DI BANDUNG