GEJALA SOSIAL

 GEJALA SOSIAL 


    Sosiologi terutama menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma , kelompok sosial , lapisan masyarakat , lembaga-lembaga kemasyarakatan, proses sosial , perubahan sosial  , kebudayaan serta perwujudannya . Tidak semua gejala tersebut berlangsung secara normal sebagai mana di kehendaki masyarakat bersangkutan. Gejala-gejala yang tidak dikehendaki merupakan gejala abnormal atau gejala-gejala Patologis. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagai mana semestinya sehingga menyebabkan  kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal tersebut dinamakan masalah-masalah  Sosial.
     Masalah –masalah sosial tersebut berbeda dengan problema-problema lainnya didalam masyarakat karena masalah-masalah sosial tersebut berhubungan erat dengan Nilai-nilai Sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah tersebut besifat sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antara manusia dan didalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif. Hal ini dinamakan masalah karna bersangkut –paut dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat.
                
     Masalah sosial merupakan  sesuatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebuadayaan atau masyarakat, yang membahayakan  kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan  pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (sebuah system yang mengalami pembaruan hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh)  serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, maka rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut:
1.2.1  Apa yang dimaksud dengan gejala sosial?
1.2.2  Apa faktor penyebab gejala sosial?
1.2.3  Apa saja jenis-jenis gejala sosial?
1.2.4 Apa saja dampak gejala sosial?
1.2.5 Contoh-contoh dari gejala sosial
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.3.1 Untuk memenuhi tugas kelompok
1.3.2 Untuk dijadikan bahan dari diskusi
1.3.3 Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala sosial
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaatnya yaitu untuk menambah wawasan/pengetahuan lebih dalam mengenai gejala sosial.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian gejala sosial
                   
       Gejala sosial adalah suatu fenomena yang ditandai dengan timbulnya permasalahan sosial yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu didalam lingkungan kehidupannya.

2.2 Faktor penyebab gejala sosial
       Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

2.2.1 Faktor kultural        
       Faktor kultural ini berasal dari nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang didalam suatu lingkungan masyarakat atau komunistas. Hal ini kemudian membentuk pola pikir setiap orang yang ada dilingkungan tersebut.

2.2.2 Faktor struktural
       Faktor struktural adalah suatu keadaan yang menimbulkan pengaruh terhadap struktur, dalam hal ini yang dimaksud dengan struktural adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu .

2.3 Jenis-jenis gejala sosial
2.3.1 Gejala ekonomi
2.3.2 Gejala budaya
2.3.3 Gejala lingkungan alam
2.3.4 Gejala psikologis
2.4 Dampak  gejala Sosial

2.4.1 Dampak positif
        Perubahan yang terjadi di Masyarakat dapat memberikan dampak positif bila di antisipasi dan disikapi secara bijak. salah satu contohnya adalah kemajuan pesat dibidang teknologi. Dengan adanya kemajuan teknologi, maka berbagai keperluan manusia dapat dilakukan  dengan lebih mudah dan cepat.

2.4.2 Dampak negatif
       Tidak dapat dipungkiri gejala sosial juga memiliki dampak negatif terhadap manusia. ketika seseorang tidak dapat menerima perubahan maka orang tersebut akan mengalami  culture shock ( kejutan budaya / budaya baru ) .

2.5 Contoh gejala sosial

2.5.1 Kemiskinan
        Kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, kemiskinan absolut dan relatif.

a) kemiskinan absolut
        Kemiskinan absolut, yaitu seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya.
b)  kemiskinan relatif
       Kemiskinan relatif, yaitu seseorang  atau sekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, namun dirinya masih merasa miskin bila dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain.
       Dari hasil yang kami amati.  kemiskinan yang ada dilingkungan kami  itu lebih masuk ke  kemiskinan relatif, kami melihat dengan cara pandangan kami bahwa sebagian orang dilingkungan kami sudah bisa memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, hanya saja mereka masih melihat dirinya miskin bila dibandingkan dengan orang lain. Menurut kami, orang dapat dikatakan miskin apabila ia tidak mampu memenuhi kebutuhan minimumnya, tidak memiliki pakaian berbeda untuk dirumah, bekerja, sekolah atau bepergian.

2.5.2 Masalah-masalah kependudukan
       Masalah-masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain  persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan perkapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
       Adapun beberapa cara untuk mengatasi permasalahan sebagai berikut:
a) Melalui program keluarga berencana (KB)
b) Tranmigrasi (pemerataan jumlah penduduk)
c) Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk
       Dari hasil yang kami amati tentang masalah kependudukan, dilingkungan kami telah mengalami kepadatan penduduk, dikarenakan jumlah penduduknya sangat tinggi, disebabkan karena terjadinya imigrasi(?),  oleh pendatang ataupun karna seorang ibu hamil yang melahirkan anaknya, sehingga menyebabkan menambahkan penduduk disini.
       Maka cara untuk mengatasinya adalah dengan cara melakukan program KB atau dua anak lebih baik,melakukan emigrasi(?), hingga mengurangi pendatang baru.

2.5.3 Pelanggaran terhadap norma
       Pelanggaran terhadap norma disebabkan karena sikap apatis (cuek, acuh tak acuh) masyarakat dalam melaksanakan nilai dan norma masyarakat. Sehingga wibawa nilai dan norma sebagai pedoman tingkah laku menjadi memudar sehingga timbullah perilaku yang melanggar norma.
       Contohnya, perkelahian antar pelajar, menggunakan narkotika, dan obat-obatan  terlarang, pergaulan bebas, dll.
       Disini kami mengamati lingkungan sekolah, dimana lingkungan sekolah ini banyak terjadi pelanggaran terhadap norma, contoh saja siswa yang melawan statusnya sebagai murid. Siswa terkadang bolos sekolah  atau seharusnya ia belajar dikelas tetapi malah nongkrong dikantin.
       Maka cara mengatasinya dengan kesadaran diri sendiri, kita sebagai siswa seharusnya tidak lupa dengan kewajiban  kita sebagai seorang siswa.

2.5.4 Disorganisasi keluarga
       Disorganusasi merupakan perpecahan keluarga sebagai suatu unit karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosial.
       Secara sosiologis, bentuk-bentuk disorganisasi kelurga antara lain
a) unit keluarga yang tidak lengkap karena hubungan diluar  perkawinan
b) karena putusnya perkawinan sebab perceraian
c) adanya kekurangan dalam keluarga tersebut, yaitu dalam hal komunitas antara anggota-anggotanya.
d) krisis keluarga karena salah satu yang bertindak sebagai kepala keluarga diluar kemampuannya sendiri meninggalkan rumah tangga karena meninggal dunia, masuk penjara, atau perang.
e) krisis keluarga yang disebabkan karena faktor-faktor intern(faktor yang asalnya dari dalam diri seseorang atau individu itu sendiri), yaitu terganggunya keseimbangan jiwa salah satu anggota keluarganya.
      
2.6 Dampak gejala sosial dimasyarakat
       Dampak gejala soaial ada yang bersifat positif dan negatif

2.6.1 Dampak positif
       Dampak positif atas perubahan sosial antara lain, munculnya nilai dan norma baru yang sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman.

2.6.2 Dampak negatif
        Dampak negatif perubahan sosial mengarah pada kemunduran yang ditandai dengan adanya tindak kriminalitas, konflik sosial, deviasi sosial, serta berbagai masalah sosial lainnya.

                                                            BAB III
                                                        PENUTUP


3.1 SIMPULAN

Adapun simpulan dari makalah masalah soaial ini adalah:
a) masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral,berlawana dengan hukum dan bersifat merusak.
b) sesuai dengan sumber-sumbernya masalah sosial dapat dapat diklasifisikan dalam keempat kategori, yaitu faktor-faktor ekonomis, biologis, biofsikologis dan kebudayaan.

3.2 SARAN
Dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa telah mengerti dan memahami masalah sosial, sehingga dapat menerapkan nya dalam kehidupan masyarakat dan mengurangi tingkat permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faktor Penyebab Rendahnya Kualitas Guru

MENGENAL DAN MEMAHAMI FILSAFAT

PENDIDIKAN INDONESIA DI BANDUNG